Kecerdasan Dominan Selalu Mencari Jalan

Setiap orang memiliki kecerdasan yang majemuk. Tidak semua kecerdasan itu dapat menjadi  aktual dalam pilihan studi maupun karir seseorang. Hanya satu atau beberapa kecerdasan saja yang dapat diaktualisasikan dalam mewarnai kehidupan seseorang. Satu atau dua kecerdasan seseorang dapat menempati rangking pertama, kedua atau tiga, dan seterusnya dari kecerdasan yang ada. Kecerdasan yang menempati rangking tertinggi cenderung mendominasi diri seseorang dari pada kecerdasan-kecerdasan lain. Karena itu disebut kecerdasan dominan. Kecerdasan ini dapat menunjukkan potensi-potensi diri seseorang dalam memilih studi dan karir. Cara ini membantu untuk melihat kompetensi-kompetensinya dalam sebuah rentang karir yang menjadi peluang bagi dirinya.

Kecerdasan dominan pada diri seseorang, antara lain, apakah itu kecerdasan matematika, kecerdasan naturalistik, atau kecerdasan spasial, selalu mencari jalan untuk mewujudkan diri menjadi perilaku aktual. Ia mengarahkan orang memilih bidang studi dan kemudian mendorongnya untuk menempuh karir d ibidang tertentu. Kalaupun ia salah dalam memilih pengembangkan diri, kecerdasan dominan akan selalu berusaha mengarahkannya untuk kembali ke rel sesuai dominasi kecerdasannya.

Ini salah satu kasus dari sebuah test kecerdasan majemuk (MI). X lahir di Jawa Barat dengan pendidikan terakhir sarjana Akuntansi. Sejak lulus, ia bekerja sebagai seorang auditor. Kini, ia ingin menjadi sorang perawat. Setelah kecerdasan majemuknya ditest, Saudara X memperoleh skors untuk masing-masing kecerdasan sebagai berikut.

Kecerdasan Skors Level
Visualisasi 3.33 Sedang
Musikalitas 4.00. Tinggi
Interpersonal 4.10 Tinggi
Intrapersonal 4.14 Tinggi
Bahasa 4.20 Tinggi
Naturalistik 4.30 Tinggi
Matematika 4.56 Sangat Tinggi
Kinestetik 5.00 Sangat Tinggi
  1. Kecerdasan dasar. Level kecerdasan matematika Saudara X sangat tinggi dan kecerdasan bahasanya hanya tinggi. Secara umum, X sangat kompeten untuk menangani pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan perhitungan, strategi, solusi-solusi, dan pemahaman yang melibatkan keterampilan berbahasa. Ia termasuk orang yang mudah memahami sesuatu persoalan dan juga pandai memberikan solusi-solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai gambaran capaian akademiknya 3,20.
  2. Kecerdasan dominan. Tidak ada kecerdasan Saudara X yang tergolong rendah. Semua kecerdasannya tampak berkembang secara wajar. Level Kecerdasan Kinestetik dan Matematika Saudara X sangat tinggi. Kecerdasan Saudara X didominasi Kecerdasan Kinestetik dan Matematika. Saudara X sangat tepat memilih studi di bidang ilmu-ilmu alam.
    • Kecerdasan Kinestetik. Sebagai orang yang didominasi kinestetik, ia lebih nyaman bila banyak bergerak, menikmati olahraga, atau menari. Ia pandai membangun sesuatu dan aktif secara simultan. Ia memiliki kemampuan motorik yang sangat bagus dan sangat menyadari kondisi tubuh. Saudara X berpotensi menjadi, antara lain, atlit, penari, tenaga mekanik, pemain drama, instruktur olahraga, petani, terapis fisik, tukang kayu, dan tenaga perawat kesehatan.
    • Kecerdasan Matematika. Sebagai orang yang didominasi intelejensi matematika, Sdr X adalah pemikir abstrak dan tertarik pada logika dan penalaran. Ia pandai dalam hitung menghitung, memiliki strategi dan solusi, proses-proses investigasi dan konsep-konsep saintifik. Pekerjaan yang cocok, antara lain, ilmuwan, matematikus, pengacara, dokter, akuntan, bookkeeper, programmer, peneliti, perencana finance.
  3. Karir. Karir yang paling tepat untuk Saudara X sebagai orang yang dominan pada Kecerdasan Kinestetik dan Matematika antara lain, penari, pemain drama, instruktur olahraga, petani, terapis fisik, perawat kesehatan, matematikus, pengacara, dokter, akuntan, bookkeeper, programmer, perencana finance. Kenyataan, ia telah memilih studi di bidang accounting dan setelah lulus, ia lalu bekerja sebagai auditor. Hal ini menunjukkan bahwa ia baru memperdalam dan mengembangkan Kecerdasan Matematikanya. Kecerdasannya Kinestetiknya masih tampak berproses. Bisa jadi, dorongan untuk menjadi perawat saat ini adalah salah satu perwujudan dari Kecerdasan Kinestetik ini.
  4. Daya Tahan. Kekuatan batin Saudara X walau tinggi, namun tidak begitu dominan. Ia lebih cenderung bertahan dengan argumen-argumen dan rasionalisasi jika berada dalam kondisi tertekan. Karena itu, Saudara X menjadi kurang dalam disiplin dan kendali emosi yang menuntut kekuatan intrapersonal. Namun, ia masih dalam kondisi bertanggung jawab untuk pekerjaan-pekerjaannya.
  5. Sebagai orang yang memiliki Kinestetik sangat tinggi, Saudara X memiliki stamina tubuh yang kuat. Hanya makanannya yang dominan daging dapat memperlemah daya tahan tubuh. Untung, ia masih punya kebiasaan lari pagi. Kinestetik tubuh Saudara X amat mempengaruhi kondisi batinnya.
  6.  Kesimpulan.
    • Saudara X sangat dominan dengan Kecerdasan Kinestetik dan Kecerdasan Matematika. Ia telah berhasil mengembangkan Kecerdasan Matematikanya. Kini, tampak ia sedang menjajaki Kecerdasan Kinestetiknya. Kecerdasan Kinestetik ini secara langsung memotivasi Saudara X untuk menjadi perawat. Kecerdasan ini mendasari bakat-bakat dan potensinya untuk belajar merawat orang. Walau begitu, Kecerdasan Bahasa sebagai dasar penyelesaian akademiknya bukan tidak member sumbangan. Kecerdasan Bahasanya termasuk tinggi. Ia berhasil memperoleh IPK yang sangat memuaskan, 3,20.
    • Daya tahan Saudara X termasuk tinggi, namun tidak dominan. Ia tahan menghadapi persoalan-persoalan dan tekanan, namun kurang tabah. Saudara X tergolong orang kurang dalam disiplin dan juga kurang mampu mengendalikan diri dalam menghadapi situasi-situasi yang melibatkan emosi. Bagaimanapun, pemikiran dan rasionalisasinya dalam menghadapi sesuatu memiliki batas.
    • Saudara X memiliki tubuh dan stamina yang kuat. Kebiasaan lari pagi ikut meningkatkan daya tahan tubuhnya. Hanya, ia perlu mengimbangi makanan daging dengan sayur dan buah. Tidak selamanya ia dapat menjawab segala sesuatu dengan mengandalkan pikiran. Makanan yang didominasi daging dapat mempercepat loncatan-loncatan pikirannya. Makanan yang berimbang dapat meningkatkan kepekaan diri.***

Leave a Reply