Kejahatan dan Pengendalian Diri

Mengapa ada orang yang jahat terhadap dirimu?
Walau kamu berbuat baik pada seseorang, mungkin setiap hari berbuat baik pada diri orang yang sama, ingat, tidak ada jaminan bahwa ia juga akan berbuat baik kepada dirimu. Sebaliknya, ia dapat saja menjadi jahat terhadap dirimu. Karena kejahatan tidak tergantung pada baik-buruk tindakanmu pada seseorang.

Setiap saat, orang dapat mendadak jahat pada orang lain karena ia tidak mampu mengendalikan diri. Pangkal utama dari setiap kejahatan adalah ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan dirinya. Jadi, jangan menyalahkan diri. Ia tidak mendadak menjadi jahat karena dirimu. Begitu juga, ia tidak akan menjadi baik karena dirimu. Ia jahat atau baik karena pilihan dirinya sendiri. Karena itu, kau harus lebih berhati-hati.

Dan tentu saja, jika ada orang yang jahat pada dirimu, jangan bersedih. Kau juga harus belajar dan terus belajar mengendalikan diri. Lihatlah, selain orang jahat, di dunia ini, masih banyak pula orang yang baik. Orang-orang ini dapat berbuat baik pada dirimu. Karena itu, walau ada orang yang jahat terhadap dirimu, jangan pernah berputus asa terhadap sesama. Yang penting, kau teruslah berbuat baik!

Mengendalikan Diri

Kamu tidak mungkin mengendalikan sesuatu yang tidak kamu ketahui. Untuk mengendalikan diri, orang perlu mengenal diri. Orang-orang yang mampu mengenal diri sering disebut tahu diri.

Untuk mengenal diri, orang biasa bermuhasabah, mengintrospeksi, mengevaluasi diri, menilai setiap perbuatannya. Ini cara umum. Sulitnya, karena yang mengevaluasi juga yang dievaluasi maka hasilnya sering baik-baik saja. Yang buruk-buruk terlewat. Karena itu, cara ini dapat kamu pakai jika mampu memfokuskan diri pada hal-hal yang kamu sukai, pada hal-hal yang mendatangkan rasa senangmu.

Mulailah dari situ. Buat daftar hal-hal yang kamu sukai, yang kamu senangi dari hari ke hari. Bisa makanan, orang, dan perbuatan. Biasanya, ia akan muncul berulang kali, bisa jadi setiap hari. Setelah itu, kaji hal-hal kamu sukai dan yang menyenangkan itu dari berbagai sudut. Teliti dan teliti lagi. Kritis!. Ingat, hal-hal yang kamu sukai, belumlah tentu baik menurut Tuhanmu.

Biar Sedikit, Tapi Kontinyu

Inilah bagian tersulit, kamu mengenal dan mengetahui keburukanmu, namun tak mampu menghentikannya. Bahkan, mengendalikannya pun tak sanggup. Memang, kebiasaan buruk selalu mengandung “candu” sebagaimana kamu tahu, kebiasaan merokok itu buruk, namun tak banyak orang mampu menghentikannya.

Karena itu, bersabarlah, pelahan-lahan merubah diri, dari yang sepele dan ringan saja. Misal, jangan langsung berhenti merokok. Mulai saja dengan tidur lebih awal. Di sini, yang penting istiqomah, terus menerus, dan tekun. Allah menyukai ibadah yang kontinyu walau sedikit daripada ibadah yang banyak, namun dikerjaan hanya sekali dua kali. Berjuang! Semangat!

Leave a Reply