Mengenal Berita 4: Berita dan Pendapat

Jurnalistik merupakan pencarian, pengumpulan, penyusunan, penulisan, pengolahan, penataletakan, dan penyampaian fakta dan pendapat melalui media massa. Fakta dan pendapat yang disampaikan melalui media massa itu disebut karya jurnalistik. Karena itu, karya jurnalistik dapat dibagi dua, karya jurnalistik berdasar fakta dan karya jurnalistik berdasar pendapat.

Karya jurnalistik berdasar fakta terdiri dari berita langsung (straight news), berita bertafsir (interpretative news), berita mendalam (depth news), berita reportase, berita selidik (invertigative reporting), dan karangan khas (features).

Karya jurnalistik yang dihasilkan berdasarkan pendapat atau opini dapat digolongkan menjadi dua berdasarkan asal penulisnya, yaitu pendapat yang berasal dari redaksi dan pendapat yang berasal dari luar redaksi. Yang pertama terdiri dari tajuk rencana, karikatur, dan pojok. Yang kedua terdiri dari artikel, kolom, dan surat pembaca.

Karya jurnalistik yang paling utama di media massa adalah berita. Berita-berita mendominasi halaman-halaman suratkabar dan media massa dari pada pendapat-pendapat. Di suratkabar, pendapat-pendapat atau opini memperoleh halaman sendiri, terpisah dari berita. Biasa disebut editorial page. Porsinya hanya beberapa persen saja.

Selain karya jurnalistik, media massa juga menyajikan karya-karya lain, yaitu karya sastra yang terdiri dari cerita pendek, cerita bersambung, dan puisi-puisi. Iklan-iklan merupakan karya lain yang mendominasi media massa, bisa mencapai lebih dari 50% dari seluruh isi media massa.

Karena itu, dapat disimpulkan bahwa karya jurnalistik hanya merupakan sebagian dari isi media massa dan bahkan, pada media tertentu, bisa jadi malah hanya kurang dari separuh dari isi media massa karena iklan-iklan lebih mendominasi.

Berita

  1. Berita langsung paling banyak mendominasi media massa, khususnya suratkabar dan media online. Berita jenis ini hanya terdiri dari beberapa alinea yang menyajikan fakta sewaktu (dalam satu dimensi waktu). Sering berita tidak menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi.
  2. Berita bertafsir kadang juga lebih banyak mendominasi media massa tertentu, khususnya suratkabar dan televisi. Berita jenis ini selain lebih panjang dari berita langsung, juga menyajikan fakta sewaktu yang disertai dengan fakta masa lalu. Wartawan tidak jarang menyampaikan kesimpulan-kesimpulannya berdasar fakta yang dikemukakan. Namun, berita jenis ini kadang tetap tidak dapat menjawab mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi.
  3. Berita mendalam hanya disajikan media massa secara selektif, hanya untuk peristiwa-peristiwa yang dianggap penting karena membutuhkan kandungan fakta yang lebih banyak. Ini berarti, selain dimensi waktu masa lalu diperhitungkan, sumber-sumber berita menjadi bertambah untuk menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa dapat terjadi. Wartawan tak jarang bukan hanya menyampaikan kesimpulan-kesimpulan berdasar fakta, melainkan juga ikut “menganalisis”.
  4. Berita reportase pun hanya disajikan media untuk peristiwa-peristiwa tertentu saja. Berita jenis ini selain lebih panjang dari berita langsung, juga menyajikan fakta sewaktu yang disertai dengan fakta masa lalu. Unsur waktu ini malah menjadi hal yang sangat menentukan dalam berita reportase. Berita jenis ini berusaha menjawab bagaimana suatu peristiwa dapat terjadi dalam urutan waktu secara kronologis.

Pendapat

  1. Tajuk rencana merupakan pendapat redaksi yang mewakili sikap media massa bersangkutan terhadap suatu peristiwa. Tajuk rencana tidak mencantumkan nama penulis, yang bertanggung jawab terhadap isi tajuk rencana adalah institusi media massa.
  2. Karikatur merupakan pendapat redaksi yang mewakili sikap media massa bersangkutan terhadap suatu peristiwa dalam bentuk gambar orang atau tokoh dan atau peristiwa tertentu yang disajikan secara hiperbola dan juga kadang sarkasme.

Leave a Reply