Puasa sebagai Perisai

Ketika dua orang bertemu, mereka tidak hanya bertemu secara tubuh fisik. Ruh-ruh mereka juga saling berelasi. Saling mempengaruhi. Ruh-ruh yang kuat (baik atau buruk) mempengaruhi ruh-ruh yang lemah. Wajar jika orang merasa lelah setelah bertemu orang tertentu. Wajar jika orang merasa sulit mengatakan “tidak” pada orang tertentu dan wajar jika orang segan berpapasan dengan orang-orang tertentu. Setiap ruh memiliki pengaruh tertentu. Pengaruh-pengaruh mereka berbeda-beda pula tingkatnya. Bisa baik, bisa buruk.

Ruh-ruh buruk yang sangat kuat dapat mempengaruhi ruh-ruh baik yang lemah menjadi buruk. Ruh-ruh baik yang sangat kuat juga dapat membuat ruh-ruh buruk yang lemah menjadi baik. Ruh-ruh saling pengaruh mempengaruhi. Ruh-ruh buruk bila bertemu sesama ruh buruk, juga saling kuat mengkuatkan. Ruh-ruh baik yang bertemu dengan sesama ruh baik, juga akan saling kuat mengkuatkan. Semakin kuat baiknya.

Pada orang berpuasa, puasa menjadi semacam perisai. Ruh-ruh mereka memiliki benteng. Dalam istilah psikologi, kemampuan intrapersonal mereka menguat sehingga ruh-ruh lain sulit menembus diri mereka. Sulit mempengaruhi ruh mereka. Mereka tetap segar walau menghadapi beragam orang, mereka lebih mudah mengatakan “tidak” tanpa beban, dan berani berpapasan dengan siapa saja. Pada tingkat tertentu, orang-orang yang berpuasa (secara benar) mampu menebar pengaruh positif pada ruh-ruh di sekeliling mereka. Mereka mampu membuat orang lain bekerja. Mereka mampu mempengaruhi orang lain untuk belajar. Tingkah laku mereka dapat membuat orang lain tergerak untuk mengikutinya. Bahkan, berada di dekat orang-orang yang berpuasa tubuh dan perasaan terasa lebih nyaman.

Rasulullah SAW (HR. Bukhari & Muslim) mengatakan, “Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi membuatmu harum karena dapat membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap.“

Orang-orang yang berpuasa bagai para pemilik minyak wangi yang menebarkan bau harum ke sekeliling mereka.***