Teman Baik, Teman Jahat

Hampir semua orang pernah mengeluh memperoleh teman yang jahat, yang tidak tahu diri, yang buruk, dan sebagainya dan sebagainya. Lalu, timbul pertanyaan, mengapa sebagian orang dapat memperoleh teman-teman yang baik?

Banyak jawaban, namun bagi saya, ini yang lebih dapat diterima. Pertama, kita memang orang yang berkualitas buruk dan jahat. Anda mungkin sudah tidak asing dengan peringatan Rasululah SAW, bila kita ingin mengenal seseorang, lihatlah siapa sahabat-sahabatnya. Ini berlaku juga buat diri kita. Bila kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita kepercik wanginya. Bila berteman dengan pandai besi, kita terpecik apinya. Siapa teman-teman kita, ya itulah diri kita. Siapa diri kita, ya itulah teman-teman kita.

Kedua, seorang teman pernah bercerita, bila sebuah garputala digetarkan, ia akan menimbulkan bunyi dan dapat menggetarkan garputala lain. Tentu saja ketika garputala lain ini bergetar dan juga menimbulkan bunyi, bunyi yang terdengar semakin keras. Jika ditambah dengan garputala lain dan terus ditambah maka garputala-garputala tersebut akan saling menggetarkan dan menimbulkan suara yang kian kuat. Dan, semua garputala-garputala itu dapat saling menggetarkan karena mereka memiliki frekuensi yang sama.

Seseorang dapat memperoleh teman-teman yang baik bila ia memiliki “frekuensi” yang sama, ya berpribadi sama baik dengan teman-temannnya. Karena itu, orang-orang baik akan bertemu dengan teman-teman yang baik, orang-orang yang buruk akan bertemu dengan teman-teman berkelakuan buruk. Tidak ada kebetulan di muka bumi ini. Karena itu, bila ingin memperoleh teman-teman yang baik, kita harus memperbaiki diri kita. Kita juga dapat memperbaiki diri kita dengan bermain bersama teman-teman yang baik.

Sudah hampir tidak ada waktu lagi, ubah diri menjadi baik. Sudah tidak ada waktu lagi, tinggalkan teman-teman yang buruk.

Leave a Reply